berangkat,
berlayar kita ke laut lepas. kayuh perahu kertas kita lekas. biar tenggelam di tempat pantas. maka bersama-sama kita dalam perahu perlahan mengapung jatuh. pelan-pelan membentur karang jadi pemandangan ganjil buat ikan-ikan badut yang jadi punya bahan untuk melawak di panggung dasar laut.
berangkat,
berlayar kapal kita ke segara. bawa serta kotak pandora [...]
ah, di pelupuk matamu sayangku,
di bolanya yang panas berkobar
kisah-kisah pilu yang tak kausampaikan dalam bahasa.
tetapi setiap pori tubuhmu berkabar
meronta.
aku yang ingin melarikan diri
disekap rambutmu yang temali
membelit betisku.
di kedua gundu madu di rongga matamu, sayangku.
kutatap wajahku [...]
Mereka bertemu di pasar malam. Lapangan sepakbola yang biasanya kosong itu kini hiruk pikuk oleh penjual arumanis, donat kentang bertabur gula tepung dan meises warna-warni, martabak, boneka besar berwarna cerah, wahana-wahana yang berkeretak, serta suara pengunjung yang sorak sorai.
Dia datang bersama ibunya, setelah merengek-rengek selama seminggu penuh pada ayahnya dan tak dikabulkan. Sejak [...]
di dunia idealmu,
aku dan lainnya hanya sekadar bidak-bidak yang seenaknya dikendalikan oleh pikiranmu.
sarkasme, adalah bagaimana kau memberi makan ular-ular yang mendesis-desis di atas kepalamu.
aku mencintaimu, tetapi hatiku terlalu keropos untuk menerima semua yang kaulemparjejalkan paksa ke setiap pori.
bahkan belulangku pun sudah tak mampu lagi menahan bobot cinta yang terus mencair [...]
aku tidak merindukanmu
umnakudnirem tagnas uka
rindu sesak memelukku seperti pakaian sempit yang basah. ada yang menetesnetes ke lantai dan memantulkan wajahmu ke mataku.
aku ingin kau pergi
igrep nagnaj gnolot
kau pergi tanpa lambaian tangan. katakata hanya terbendung sampai kerongkongan; ramuan mematikan berisi amarah [...]
kangen sesak memelukku seperti baju yang kekecilan.
(aku lupa kau pernah ingin membuatku bahagia)
kemang, 29 maret 2012
barangkali, masa depan adalah derit pintu yang memekik menggores keramik karena engselnya belum diminyaki, dan dua kursi plastik yang teronggok di beranda, hampir keropos karena diserang mentari. ada yang duduk sendirian di atasnya, menyaksikan matahari tenggelam seriring keriputnya semakin berkerut dan gelombang sepi seperti wabah, menyelimutinya dalam kubah sunyi. barangkali.
barangkali, suatu saat kita berpapasan [...]
kami duduk bersebelahan,
aku terkejut pada keheningan yang kami ciptakan,
udara memadat membuat sekat.
sesungguhnya, kami telah menguasai ilmu saling mengabaikan.
jakarta, 12 maret 2012
di empat sudut persegi aku telah memasang patokpatok sebagai tanda wilayahku. aku mencegahmu kembali. kelak nanti patokpatok itu tumbuh jadi pagar berduri agar kau tak dapat menyeberang.
ya, aku setakut itu: dipermainkan lagi kedua jendela jiwamu yang tanpa terali mengundangku masuk lalu mengabaikanku, atau bongkahanbongkahan manis katakatamu, arumanis yang menjengitkan gusigusiku.
aku menikmati mengulum [...]
Ibuku menulis perihnya dalam sajak, dalam goresan-goresan yang seperti torehan berdarah, tapi tak kentara, jauh di dalam.
Orang-orang membacanya dan menorehkan “Like” di bawah album fotonya:
garis-garis warna yang menerbitkan air mata di pelupuk.
Ibuku menggambar, menjilat kanvas dengan lidah terluka.
Ibuku berteriak dalam heningnya. Ada yang menjerit-jerit dari kedalaman sunyinya dan senyumnya yang tak [...]
Blogroll
Archives
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (2)
- benang takdir (1)
- Cerpen (30)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (72)
- surat (2)
- Terjemahan (1)








