Musuh
Jarak masih saja bagaikan musuh,
padahal ia yang menyediakan khidmat pada rasa rindu.
di dekapmu, tak tersedia menu pulang.
Lekap, memang, tapi tombol itu tak ada.
Kita telah tersesat
dan bertabrakan di sini
Saling menjulurkan sulur,
menari, membuat simpul, menari, saling mengarih,
tapi rangup.
Seandainya musim tidur telah usai,
sulur-sulur itu akan mencair seperti salju,
dan kita bebas menari lagi, tertancang lagi, berpalunan lagi.
Tak kutemukan tombol pulang di genggammu.
Dan kita, tetaplah orang-orang asing yang saling membelit, saling berpagut, saling menangkap, saling menikmati, saling memangsa, saling berbagi fana.
Tapi aku masih saja tak menemukan tombol pulang dalam kecupmu.
Dan jarak yang angkuh, masih seperti musuh, malah membentangkan kabut, enggan bermurah hati.
Depok | sekitar tengah malam | antara 25 dan 26 Maret 2010
Tweet4 Responses to Musuh
Leave a Reply Cancel reply
Blogroll
Archives
- May 2013
- April 2013
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (40)
- dongeng (8)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)













lekap, sulur, mengarih, rangup, tertancang, berpalunan. itu semua bahasa indonesia mbak? :p
benar, klo ga percaya cari aja di KBBI
)
Selalu keren
Ji, ini udah pernah baca deh, kamu pernah posting dmn ya? FB? *bener gak?
dulu dipost di sini kok