From the monthly archives: May 2010
Hai orang asing,
Sebaiknya kau bertanggung jawab. Bahwa kau tak bisa selamanya asing. Setiap kali, meski tak kau sadari, kau membuka selubungmu, selapis-demi-selapis. Dan setiap itu pula, aku seperti menyecap makanan surga, atas informasi mungil yang kutemukan sendiri, sebagai hadiah mengupas bawang-bawang selubungmu. (now my heart is racing)
Hai orang asing, seharusnya kau tahu. Ini [...]
3 Mei 2010
(1) Dibunuh sepimu, aku berbaring di nisanmu, saling berpelukan.
(2) Awan dan bulan putih saling membelit menjelma elang. Pagi ini, sepotong kantuk masih menindih di atas bahu.
(3) Kau adalah hutan, yang memeluk pohon-pohon purba dan menjaga mata air bumi, aku hanya pelancong, numpang mandi di sumurmu.
(4) Kini awan itu [...]
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)








