From the monthly archives: August 2010
1.
Dirimu sayup kata,
angin yang berembus sebentar
lalu pergi bertualang.
Kau udara tak terikat.
2.
Kau kabut yang manis.
Membutakan jalanku,
tapi tetap kuisap aromamu,
kusesap dan kusimpan
di sudut ingatan.
3.
Kau mentari yang
lupa muncul
di pagi yang diiris gerimis.
Terangmu ada,
wujudmu tiada.
4.
Kau jantungku yang rapi dalam kotak.
5.
[...]
Ya lyublyu tebya.
Kata itu yang kaupilih untuk diucapkan padaku karena kau tak berani mengatakannya dalam bahasa ibu kita. Tentu saja, aku tak mengerti apa maksudmu ketika aku menemukan secarik kertas bertuliskan: “Cia, ya lyublyu tebya” di dalam tas sekolahku. Aku langsung meremas kertas itu dan melemparnya ke tempat sampah. Setelah itu [...]
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)








