memuja yang fana
engkau jurang yang kujatuhi berdebum berkali-kali.
aku memujamu yang fana. merasuki isi rusukku dengan tuba menghela-hela napas menghasutku telimpuh di ujung kuku kakimu.
kau aliran lahar panas dari hulu ke muara dalam genderang bara, menggosongkan batu-bebatu kali ditimpuk hujan menjadi lumpur. dahagaku kaupuaskan dengan tetes racun dari rongga tenggorokanmu menjadi deret aksara.
aku memujamu yang fana, menyurukkan moncong bertaring tajam yang senang mengoyak-ngoyak endapan pilu yang mengidam langsar.
aku menjura di hadapanmu yang fana. aku bahkan akan bahagia andaikata seluruh dirimu adalah neraka. memujamu dengan penuh beban, dengan setiap luka yang dapat tertera di setiap permukaan kulit dan di setiap ruang dalam organku.
“Aku bahkan akan bahagia andaikata seluruh dirimu adalah neraka” dicuri sedikit dari puisi Sitok Srengenge, Api, dalam musikalisasi puisi Semesta Cinta
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)












