Tak ada yang menarik dari tempat ini. Jarum jam sudah terlalu tua untuk menikmati senja, pun terlalu dini untuk berharap melihat matahari terbit. Sepenuhnya gelap. Cahaya adalah temaram lampu-lampu neon di warung-warung yang berderet sepanjang tepiannya. Terhalang pepohonan, hanya tampak puncak kepalanya saja, adalah siluet patung Dewi Kwan Im.
“Mau duduk di mana?” dia bertanya [...]
tak ada kucing di udara,
tetapi benang kita kusut masai
gelasanku terjebak lama
dalam kekusutan terikat-ikat
kacau tapi tidak untuk bersatu –
dengan benang laju hidupmu
yang diterbangkan angin nasib
entah ke mana.
layanganku terpaksa melayang tak berdaya:
mengikutimu.
cerita kita dikendalikan
sepasang kanak renta
bernama
takdir dan waktu.
[...]
[kepada yang maya]
1
kau menjejalkan sesal bertubi
tak menyisakan ruang untuk kosong:
k a u p e p a t s e s a k k a n.
sebonggol keriap duka menghulu di rabuku.
2
rindu dalam kepalan menggigit-gigit
ketika dibuka,
kalajengking menyengat nadi
3
air mata itu,
hapus,
dia berkata pada [...]
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)








