kau berdiri goyah di seberang jembatan, dengan senyum yang tak sampai matamu. kakimu tertanam di lumpur dan kedua tanganmu membentang hendak memeluk. tetapi senja telah lebih dulu pergi dan matahari yang jingganya ingin kaureguk itu tak bersetia padamu.
dingin malamkah yang kaukirimkan padaku? karena sepotong senja itu gagal kaugunting dan tukang pos sudah tak mau [...]
berangkat,
berlayar kita ke laut lepas. kayuh perahu kertas kita lekas. biar tenggelam di tempat pantas. maka bersama-sama kita dalam perahu perlahan mengapung jatuh. pelan-pelan membentur karang jadi pemandangan ganjil buat ikan-ikan badut yang jadi punya bahan untuk melawak di panggung dasar laut.
berangkat,
berlayar kapal kita ke segara. bawa serta kotak pandora [...]
(membacakan puisi milik http://hurufkecil.wordpress.com)
aku menikmati lampu-lampu jalan satu persatu padam
bagaikan daun-daun cahaya berguguran begitu saja
aku menyaksikan segenap bayang-bayang berbaring menyatu
dengan jalan sebelum matahari juga pagi datang dan mereka
sekali lagi dihidupkan
dan tiba-tiba saja aku mau kau ada berjalan di sisiku
[...]
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)








