Pacarku,
Pesawat kertas yang kauterbangkan kemarin dulu itu telah kuterima. Ajaib sekali bagaimana ia datang dan tiba-tiba jatuh di pangkuanku. Pluk. Jatuh begitu saja seperti daun kering yang sudah waktunya gugur demi kesehatan sang pohon.
Kertasnya sudah agak kumal dan ujung-ujungnya tergulung-gulung. Dapat dimengerti, karena tentu saja pesawat kertas yang malang itu harus menempuh [...]
Hai orang asing,
Sebaiknya kau bertanggung jawab. Bahwa kau tak bisa selamanya asing. Setiap kali, meski tak kau sadari, kau membuka selubungmu, selapis-demi-selapis. Dan setiap itu pula, aku seperti menyecap makanan surga, atas informasi mungil yang kutemukan sendiri, sebagai hadiah mengupas bawang-bawang selubungmu. (now my heart is racing)
Hai orang asing, seharusnya kau tahu. Ini [...]
Blogroll
Archives
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
Kategori
- baca puisi (3)
- benang takdir (2)
- Cerpen (41)
- dongeng (7)
- News (1)
- novel (1)
- Puisi (75)
- surat (2)
- Terjemahan (1)
- Uncategorized (4)








